REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dinilai lembek dalam
menyikapi pencaplokan wilayah Tanjung Datu dan Camar Bulan oleh
Malaysia. Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri
menilai pemerintah tidak memiliki harga diri sebab sibuk membantah
pencaplokan yang benar-benar terjadi.
Kasus hilangnya 1.495 hektare tanah dan 80 ribu wilayah laut akibat
pencaplokan, dinilai Mega sebagai bukti tiadanya perhatian pemerintah
terhadap daerah perbatasan. "Mbok ya punya harga diri. Pemerintah bilang
enggak ada nyaplok. SBY pasti tidak berani berbicara ke Malaysia," kata
Mega di Megawati Institut, Jakarta, Rabu (12/10).
Menurut Mega, menyikapi pencaplokan itu harusnya pemerintah
mendatangi pemerintah Malaysia dan memberi ultimatum agar tidak berani
macam-macam untuk mengusik kedaulatan Indonesia. Patok perbatasan yang
tergeser, saran dia, harus segera dipindah ke tempat aslinya agar
wilayah Indonesia tidak dimasuki aparat Malaysia.
Yang terjadi, tuding dia, pemerintah hanya sibuk berbicara membantah
pencaplokan dan tidak bekerja sama sekali. "Hanya ngomong saja, berbuat
lah jangan banyak bicara," cetus Mega.
menurut blogger posisi apakah pemerintah kita saat ini????????????????
Rabu, 12 Oktober 2011
daftar kebudayaan Indonesia yang diklaim sebagai milik asing
Negara tetangga kembali berulah dengan
melakukan klaim terhadap kebudayaan kita lagi. Kali ini yg menjadi
sasaran adalah tari pendet asal Bali. Mereka menggunakannya utk iklan
pariwisata malaysia. Setelah mereka “mengirim” teroris ke Indonesia,
sekarang mereka mau “mencuri” kebudayaan Indonesia. Huh.. :(. Mereka
begitu jeli memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia
sudah tidak begitu memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi dimana
rakyat Indonesia lebih bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing.
Situasi dimana, kebudayaan2 tersebut sudah jarang dan hampir punah
mungkin dari bumi pertiwi, dikarenakan hanya sedikit orang yg mau tetap
melestarikannya. Saya masih ingat, ketika
kecil kita sering bermain kuda lumping, dakon, gobak sodor dll. Tapi
sekarang, anak2 lebih suka dengan Play Station, bermain ke Time Zone,
nonton TV acara2 yg ngga bermutu. Media televisi, juga dengan latahnya
mengikuti trend ini. Praktis, mungkin hanya TVRI yg cukup konsisten
menayangkan acara budaya2 Indonesia, disamping TV2 lokal tentunya. Dan
itupun pemirsanya cuman sedikit.
1. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
18. Kain Ulos oleh Malaysia
19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Ini menjadi cambuk bagi kita untuk
instropeksi, disamping memang ulah negara sebelah yg kelewat batas. Ada
puluhan budaya yg telah diklaim oleh negara sebelah. Dan berikut ini
daftarnya :
2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
18. Kain Ulos oleh Malaysia
19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Minggu, 02 Oktober 2011
Nasionalisme yang keDaerahan
ada banyak orang yang menyebut mereka adalah orang yang nasionalis...... mencinati negara ini seutuhnya dan mau berjuang demi kemakmuran bangsa ini.
tetapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
di lain pihak sikap ini tidak ditunjukan secara nyata... hal ini tercermin misalnya memperjuangkan nama daerahnya saja yang lebih diperhatikan. berjuang untuk daerahnya tetapi menyebut itu sebagai bagian dari nasionalisme......
ada juga terkadang konflik antar komunitas tetapi tidak mampu berdiri di tengah-tengah sekalipun.....
menurut Blogger's..... sebenarnya apa itu Nasionalisme ??? apa itu Kedaerahan???? dan Nasionalisme seperti apa yang bisa diwujudkan yang murni Nasionalisme bukan Nasionalisme kedaerahan??
tetapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
di lain pihak sikap ini tidak ditunjukan secara nyata... hal ini tercermin misalnya memperjuangkan nama daerahnya saja yang lebih diperhatikan. berjuang untuk daerahnya tetapi menyebut itu sebagai bagian dari nasionalisme......
ada juga terkadang konflik antar komunitas tetapi tidak mampu berdiri di tengah-tengah sekalipun.....
menurut Blogger's..... sebenarnya apa itu Nasionalisme ??? apa itu Kedaerahan???? dan Nasionalisme seperti apa yang bisa diwujudkan yang murni Nasionalisme bukan Nasionalisme kedaerahan??
Langganan:
Postingan (Atom)